Ketum FPI : “Allah Yang Melarang Umat Islam Pilih Pemimpin Kafir”. Berani Bantah?

Kabaritips - Sebagai umat Islam konsekuensinya harus menjalankan ajaran Islam, apabila tidak mengamalkan ajaran Islam sudah pasti kita tidak akan mendapatkan pertolongan Allah SWT. Demikian dikatakan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Shabri Lubis saat berceramah di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa malam (9/2/2016).
“Dahulu umat Islam jumlahnya sedikit tetapi mampu mengalahkan berbagai musuh, bangsa-bangsa yang besar dan kuat ketika itu bisa ditaklukan oleh umat Islam. Kenapa, karena saat itu umat Islam mengamalkan al Islam, Alquran Assunnah dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu ajaran Islam adalah tentang kepemimpinan. “Allah sang pencipta langit dan bumi di dalam Alquran lewat belasan bahkan puluhan ayat mengabarkan agar umat Islam tidak mengangkat orang kafir sebagai pemimpin,” kata Ustaz Shabri.
Banyaknya ayat yang mengatur tentang kepemimpinan, menjadikan masalah ini sangat penting bagi umat Islam. “Satu ayat saja sebetulnya sudah cukup tetapi ini sampai puluhan ayat, dan isinya sangat tegas,” jelasnya.
Ia mencontohkan, salah satu firman Allah di dalam surat An Nisa ayat 144, yang berbunyi:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?”
“Ayat ini menjelaskan, seakan-akan kalau kita angkat pemimpin kafir kita telah menantang Allah untuk menyiksa kita. Mau kita menantang hukum Allah? jangan coba-coba saudara,” kata Ustaz Shabri.
Ia menambahkan ayat lainnya dari surat At Taubah ayat 23, dimana Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”
“Jika bapak kita sendiri saja tidak boleh jadi pemimpin, apalagi paman, kakak, adik atau sepupu. Semakin jauh hubungan semakin tidak boleh jika mereka tidak beriman kepada Allah dan RasulNya,” jelas Ustaz Shabri.
red: adhila
Sumber: faktanews