Antara LGBT dan HIV/AIDS



Kabaritips - Kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) semakin menunjukkan keseriusannya dalam menyuarakan persamaan hak di masyarakat. Sampai saat ini, sudah 23 negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. 

Namun, sepertinya pengesahan ini dikhawatirkan semakin mengancam kesehatan mental dan fisik para LGBT. Berdasarkan penelitian terbaru, kelompok ini dikatakan memiliki risiko tinggi tertular virus HIV (Human Immunodeficiency Virus)yang menyebabkan AIDS 
(Acquired Immune Deficiency Syndrome), bila mereka memiliki masalah dengan kesehatan mental.

Dilansir dari Reuters, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan ada 1,1 juta orang di Amerika Serikat yang mengidap HIV. CDC mengungkapkan bahwa hanya dengan 4 persen pria homoseksual AS yang berhubungan seks dengan sesama jenis, maka mereka berhasil mewakili sekitar 66 persen dari infeksi baru di negara Paman Sam tersebut. 

Selain mengancam kesehatan tubuh, kelompok LGBT juga dikhawatirkan mengancam kesehatan mental mereka. Peneliti menyebutnya dengan “syndemic”. Yakni dua kondisi kesehatan yang terjadi bersamaan dalam satu populasi. 

Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes dalam laporannya melihat hubungan kesehatan mental pada kecenderungan penularan HIV pada LGBT. Penelitian ini dilakukan terhadap 4.295 pria yang melaporkan berhubungan seks dengan sesama jenis dan rata-rata memiliki masalah kesehatan mental.

Hasil studi mengungkapkan bahwa, masalah kesehatan mental seperti depresi, penyalahgunaan alkohol, penggunaan stimulan, penyalahgunaan multi-obat, dan paparan kekerasan seksual masa kanak-kanak mempengaruhi risiko penularan HIV pada golongan gay, lesbian, dan biseksual.

Menanggapi hal ini, Matthew Mimiaga, dari Harvard Medical School and Massachusetts General Hospital di Boston mengungkapkan bahwa kelima faktor kesehatan mental ini perlu ditangani dengan pendekatan yang komprehensif untuk menghindari penyebaran yang lebih berbahaya. “Kami harus berpikir tentang fakta bahwa pria yang berhubungan seks dengan sesama jenisnya di Amerika Serikat memiliki prevalensi tinggi dari faktor syndemic. Di mana sebagian besar mendapatkan HIV atau intervensi HIV,” terangnya. 

Sumber : Jawaban